Wednesday, 26 May 2010

Milan Tepis Isu Gazprom

Fininvest, perusahaan finansial milik Silvio Berlusconi yang mengendalikan AC Milan membantah kabar terkait kemungkinan Perdana Menteri Italia itu melepaskan 25 sampai 30 persen saham miliknya kepada perusahaan minyak dan gas ternama di Rusia, Gazprom.

Pada Selasa (25/5), harian olahraga terkemuka di Italia, La Gazzetta dello Sport melansir kabar bahwasanya Berlusconi menimbang untuk menjual sebagian sahamnya kepada Gazprom guna menyediakan modal belanja bagi klub di bursa transfer musim panas mendatang. Hal itu dilakukan Berlusconi saat bertemu muka dengan Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin yang berkunjung ke Italia, April lalu (Baca: Gazprom Incar Saham Milan).

Sebelumnya, kabar keterkaitan Gazprom dan Milan muncul di media massa Italia pada Jumat (21/5). Ketika itu Fininvest pun mencap kabar tersebut sebagai “bohong belaka”. Saat disinggung tentang laporan terbaru tentang kemungkinan Berlusconi menjual sebagian sahamnya, Fininvest kembali membantahnya. “Tidak ada yang perlu kami tambahkan. Tidak ada pembicaraan seperti itu,” tegas juru bicara Fininvest.

Uniknya, Gazprom pun “mengekor” langkah yang dilakukan Fininvest. Sergey Kuprianov, juru bicara Gazprom mengatakan jika sejauh ini tidak ada deal yang sedang dilakukan dengan kubu Milan. Di lain pihak, La Gazzetta bersikukuh bahwasanya kabar yang mereka terima dari sejumlah sumber itu memang benar.

Meskipun mendapat rezeki senilai 67 juta euro saat melego Kaka ke Real Madrid tahun lalu, tak ada gebrakan yang dilakukan Rossoneri di bursa transfer. Hasilnya, Milan harus mengakui keunggulan rival abadinya, Inter Milan, dan AS Roma. Di klasemen akhir, Milan tertinggal 12 poin dari Nerazzurri.(MEG/Reuters/Football Italia)

No comments:

Post a Comment