Tugas 3
Orang tua sebagai lingkungan pertama dan utama dimana anak
berinteraksi sebagai lembaga pendidikan yang tertua, artinya disinilah
dimulai suatu proses pendidikan. Sehingga orang tua berperan sebagai
pendidik bagi anak-anaknya. Lingkungan keluarga juga dikatakan
lingkungan yang paling utama, karena sebagian besar kehidupan anak di
dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak
adalah dalam keluarga. Menurut Hasbullah (1997), dalam tulisannya
tentang dasar-dasar ilmu pendidikan, bahwa keluarga sebagai lembaga
pendidikan memiliki beberapa fungsi yaitu fungsi dalam perkembangan
kepribadian anak dan mendidik anak dirumah; fungsi keluarga/orang tua
dalam mendukung pendidikan di sekolah.
Fungsi keluarga dalam pembentukan kepribadian dan mendidik anak di rumah:
- sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak
- menjamin kehidupan emosional anak
- menanamkan dasar pendidikan moral anak
- memberikan dasar pendidikan sosial
- meletakan dasar-dasar pendidikan agama
- bertanggung jawab dalam memotivasi dan mendorong keberhasilan anak
- memberikan kesempatan belajar dengan mengenalkan berbagai ilmu
pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupan kelak
sehingga ia mampu menjadi manusia dewasa yang mandiri.
- menjaga kesehatan anak sehingga ia dapat dengan nyaman menjalankan proses belajar yang utuh.
- memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat dengan memberikan pendidikan
agama sesuai ketentuan Allah Swt, sebagai tujuan akhir manusia.
Fungsi keluarga/ orang tua dalam mendukung pendidikan anak di sekolah :
- orang tua bekerjasama dengan sekolah
- sikap anak terhadap sekolah sangat di pengaruhi oleh sikap orang tua
terhadap sekolah, sehingga sangat dibutuhkan kepercayaan orang tua
terhadap sekolah yang menggantikan tugasnya selama di ruang sekolah.
- orang tua harus memperhatikan sekolah anaknya, yaitu dengan
memperhatikan pengalaman-pengalamannya dan menghargai segala usahanya.
- orang tua menunjukkan kerjasama dalam menyerahkan cara belajar di
rumah, membuat pekerjaan rumah dan memotivasi dan membimbimbing anak
dalam belajar.
- orang tua bekerjasama dengan guru untuk mengatasi kesulitan belajar anak
- orang tua bersama anak mempersiapkan jenjang pendidikan yang akan
dimasuki dan mendampingi selama menjalani proses belajar di lembaga
pendidikan.
Untuk dapat menjalankan fungsi tersebut secara maksimal, sehingga
orang tua harus memiliki kualitas diri yang memadai, sehingga anak-anak
akan berkembang sesuai dengan harapan. Artinya orang tua harus memahami
hakikat dan peran mereka sebagai orang tua dalam membesarkan anak,
membekali diri dengan ilmu tentang pola pengasuhan yang tepat,
pengetahuan tentang pendidikan yang dijalani anak, dan ilmu tentang
perkembangan anak, sehingga tidak salah dalam menerapkan suatu bentuk
pola pendidikan terutama dalam pembentukan kepribadian anak yang sesuai
denga tujuan pendidikan itu sendiri untuk mencerdasakan kehidupan
bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang
beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur,
memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani,
kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab
kemasyarakatan dan kebangsaan.
sumber : (salamah azhar blog)
Friday, 7 October 2011
Bagaimana Pemerataan dan Kualitas Pendidikan di Indonesia ?
Tugas 2
Namun, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan kualitas pendidikan sekarang ini, meskipun gratis nyatanya masih banyak yang perlu di perbaiki untuk peningkatan dan pemerataan pendidikan di Indonesia. Mungkin di kota besar fasilitas pendidikan yang sudah baik tentu akan menghasilkan kualitas pendidikan yang lebih baik pula. Akan Tetapi, Jika kita melihat di daerah daerah terpencil, mulai dari desa desa kecil, daerah transmigrasi, khususnya yang ada di daerah saya (Ketapang) yang belum memiliki fasilitas yang memadai tentunya akan mengahsilkan Kualitas yang tidak baik pula.
Memang kesadaran masyarakat untuk menyekolahkan anaknya sudah cukup tinggi, tetapi karena keterbatasan sekolah dan daya tampung sekolah menyebabkan Siswa menjadi tidak nyaman. Banyak sekolah khususnya sekolah dasar yang memang kekurangan ruang kelas menggunakan sistem pergantian kelas, Mulai jam 7-10 untuk kelas 1, kelas 2 mulai jam 10-1 siang sedangkan kelas 3 mulai jam 1- 4 sore. Nah dengan pergantian kelas seperti ini tentunya menyebabkan ketidak nyamanan siswa dalam menerima ilmu dari guru mereka. Sedangkan menurut penelitian, siswa akan lebih dapat menyerap ilmu di pagi hari. Jika di bandingkan dengan Sekolah sekolah di kota besar, Untuk Kelas 1 dan 2 mempunyai waktu belajar di sekolah selama sekitar 3-4 jam, sedangkan kelas 3 mempunyai waktu belajar di sekolah selama sekitar 5-6 jam, akan tetapi untuk sekolah yang menerapkan pergantian kelas tentu akan mengalami waktu penyusutan belajar menjadi sekitar 3 jam saja. Ini jelas berpengaruh terhadap kuantitas penerimaan Mata pelajaran yang tentu sangat erat pengaruhnya terhadap Kualitas pendidikan itu sendiri.
Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu:
(1). Rendahnya sarana fisik,
(2). Rendahnya kualitas guru,
(3). Rendahnya kesejahteraan guru,
(4). Rendahnya prestasi siswa,
(5). Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,
(6). Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan,
(7). Mahalnya biaya pendidikan.
Nah dari itu, mungkin akan lebih baik jika pemerintah sekarang ini fokus terhadap peningkatan infrastruktur pendidikan di sekolah sekolah terpencil yang kekurangan ruang kelas ataupun tenaga pengajar sehingga dapat mensetarakan atau terjadi kualitas pendidikan yang merata di seluruh Indonesia.
sumber :( google search)
Pemerataan dan Pembangunan Infrastruktur guna mewujudkan Kualitas Pendidikan yang merata Di seluruh Indonesia
Pendidikan Akhir akhir ini memang sudah cukup terjangkau oleh masyarakat, Khususnya pendidikan sembilan tahun. Sekarang mulai dari SD- sampai SMP tidak dipungut biaya alias Gratis. APBN pemerintah yang di gunakan sebesar 20% untuk Pendidikan di aplikasikan kepada Pendidikan dasar masyarakat.Namun, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan kualitas pendidikan sekarang ini, meskipun gratis nyatanya masih banyak yang perlu di perbaiki untuk peningkatan dan pemerataan pendidikan di Indonesia. Mungkin di kota besar fasilitas pendidikan yang sudah baik tentu akan menghasilkan kualitas pendidikan yang lebih baik pula. Akan Tetapi, Jika kita melihat di daerah daerah terpencil, mulai dari desa desa kecil, daerah transmigrasi, khususnya yang ada di daerah saya (Ketapang) yang belum memiliki fasilitas yang memadai tentunya akan mengahsilkan Kualitas yang tidak baik pula.
Memang kesadaran masyarakat untuk menyekolahkan anaknya sudah cukup tinggi, tetapi karena keterbatasan sekolah dan daya tampung sekolah menyebabkan Siswa menjadi tidak nyaman. Banyak sekolah khususnya sekolah dasar yang memang kekurangan ruang kelas menggunakan sistem pergantian kelas, Mulai jam 7-10 untuk kelas 1, kelas 2 mulai jam 10-1 siang sedangkan kelas 3 mulai jam 1- 4 sore. Nah dengan pergantian kelas seperti ini tentunya menyebabkan ketidak nyamanan siswa dalam menerima ilmu dari guru mereka. Sedangkan menurut penelitian, siswa akan lebih dapat menyerap ilmu di pagi hari. Jika di bandingkan dengan Sekolah sekolah di kota besar, Untuk Kelas 1 dan 2 mempunyai waktu belajar di sekolah selama sekitar 3-4 jam, sedangkan kelas 3 mempunyai waktu belajar di sekolah selama sekitar 5-6 jam, akan tetapi untuk sekolah yang menerapkan pergantian kelas tentu akan mengalami waktu penyusutan belajar menjadi sekitar 3 jam saja. Ini jelas berpengaruh terhadap kuantitas penerimaan Mata pelajaran yang tentu sangat erat pengaruhnya terhadap Kualitas pendidikan itu sendiri.
Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu:
(1). Rendahnya sarana fisik,
(2). Rendahnya kualitas guru,
(3). Rendahnya kesejahteraan guru,
(4). Rendahnya prestasi siswa,
(5). Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,
(6). Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan,
(7). Mahalnya biaya pendidikan.
Nah dari itu, mungkin akan lebih baik jika pemerintah sekarang ini fokus terhadap peningkatan infrastruktur pendidikan di sekolah sekolah terpencil yang kekurangan ruang kelas ataupun tenaga pengajar sehingga dapat mensetarakan atau terjadi kualitas pendidikan yang merata di seluruh Indonesia.
sumber :( google search)
Subscribe to:
Comments (Atom)