Pemerataan dan Pembangunan Infrastruktur guna mewujudkan Kualitas Pendidikan yang merata Di seluruh Indonesia
Pendidikan Akhir akhir ini memang sudah cukup terjangkau oleh masyarakat, Khususnya pendidikan sembilan tahun. Sekarang mulai dari SD- sampai SMP tidak dipungut biaya alias Gratis. APBN pemerintah yang di gunakan sebesar 20% untuk Pendidikan di aplikasikan kepada Pendidikan dasar masyarakat.Namun, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan kualitas pendidikan sekarang ini, meskipun gratis nyatanya masih banyak yang perlu di perbaiki untuk peningkatan dan pemerataan pendidikan di Indonesia. Mungkin di kota besar fasilitas pendidikan yang sudah baik tentu akan menghasilkan kualitas pendidikan yang lebih baik pula. Akan Tetapi, Jika kita melihat di daerah daerah terpencil, mulai dari desa desa kecil, daerah transmigrasi, khususnya yang ada di daerah saya (Ketapang) yang belum memiliki fasilitas yang memadai tentunya akan mengahsilkan Kualitas yang tidak baik pula.
Memang kesadaran masyarakat untuk menyekolahkan anaknya sudah cukup tinggi, tetapi karena keterbatasan sekolah dan daya tampung sekolah menyebabkan Siswa menjadi tidak nyaman. Banyak sekolah khususnya sekolah dasar yang memang kekurangan ruang kelas menggunakan sistem pergantian kelas, Mulai jam 7-10 untuk kelas 1, kelas 2 mulai jam 10-1 siang sedangkan kelas 3 mulai jam 1- 4 sore. Nah dengan pergantian kelas seperti ini tentunya menyebabkan ketidak nyamanan siswa dalam menerima ilmu dari guru mereka. Sedangkan menurut penelitian, siswa akan lebih dapat menyerap ilmu di pagi hari. Jika di bandingkan dengan Sekolah sekolah di kota besar, Untuk Kelas 1 dan 2 mempunyai waktu belajar di sekolah selama sekitar 3-4 jam, sedangkan kelas 3 mempunyai waktu belajar di sekolah selama sekitar 5-6 jam, akan tetapi untuk sekolah yang menerapkan pergantian kelas tentu akan mengalami waktu penyusutan belajar menjadi sekitar 3 jam saja. Ini jelas berpengaruh terhadap kuantitas penerimaan Mata pelajaran yang tentu sangat erat pengaruhnya terhadap Kualitas pendidikan itu sendiri.
Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu:
(1). Rendahnya sarana fisik,
(2). Rendahnya kualitas guru,
(3). Rendahnya kesejahteraan guru,
(4). Rendahnya prestasi siswa,
(5). Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,
(6). Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan,
(7). Mahalnya biaya pendidikan.
Nah dari itu, mungkin akan lebih baik jika pemerintah sekarang ini fokus terhadap peningkatan infrastruktur pendidikan di sekolah sekolah terpencil yang kekurangan ruang kelas ataupun tenaga pengajar sehingga dapat mensetarakan atau terjadi kualitas pendidikan yang merata di seluruh Indonesia.
sumber :( google search)
sipp broo !!!
ReplyDelete