Thursday, 3 November 2011

OVERLOCKING

Pengenalan & Pengertian Overclocking
Overclocking sesuai namanya adalah memaksa clock sebuah peripheral, biasanya clock dari
prosessor, lebih tinggi dari standarnya. Dalam perkembangannya overclocking tidak selalu
harus berhubungan dengan kenaikan clock, tetapi juga ketika kita memaksa sebuah
peripheral bekerja lebih cepat dari standarnya. (clock : satuan frekuensi yang terjadi dalam 1
waktu, untuk di ketahui saja : MHz prosesor di hitung dari FSB di kalikan faktor pengali, atau
yang biasa di sebut multiplier. Contoh : Intel Pentium 2,66 Ghz = 20 x 133, di mana 20
adalah faktor pengali, sedangkan 133 adalah FSB dari prosesor tersebut).
Awalnya, orang melakukan overclocking hanya untuk mendapatkan sistem yang lebih cepat
dari standarnya bahkan sampai mendekati sistem yang spesifikasinya berada di atas sistem
yang dia miliki. Tetapi dalam perkembangannya overclocking menjadi sebuah hobi, sebuah
trend baru di dunia komputer. Overclocking tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan sebuah
sistem yang setara dengan sistem yang berada di atasnya tapi juga melampaui sistem tersebut.
Bahkan sekarang ada trend di mana overclocking dipergunakan untuk mendapatkan sistem
yang benar-benar di luar batas logika, atau bahkan jauh diatas kemampuan sistem tercepat
yang telah ada.
Peripheral komputer yang biasa dan umum dioverclock adalah clock dari prosessor, FSB
prosessor, timing memory, FSB memory, clock memory dan core VGA, timing memory VGA.
Tidak berhenti sampai di situ, masih ada perubahan pada voltase/tegangan pada prosessor,
memory, VGA, & chipset agar dapat berjalan stabil pada sistem yang di overclock.
Kenapa harus ada perubahan voltase/tegangan? Seperti yang kita tahu sebuah peripheral
komputer sekecil apapun pasti memerlukan daya listrik agar bisa bekerja/berjalan. Apabila
kita menaikkan/merubah clock dari sebuah peripheral jelas saja peripheral tersebut
membutuhkan daya yang cukup agar dapat bekerja/berjalan dengan stabil. Oleh sebab itu
salah satu faktor penting dalam overclocking adalah suplai daya yang cukup dari penyedia
daya, yaitu Power Supply.
Pengaruh dari sebuah periferal ketika dioverclock adalah membuat kinerja periferal tersebut
lebih cepat dari standarnya dengan efek samping suhu periferal lebih panas dari seharusnya,
terjadi ketidakstabilan sistem, bahkan membuat peripheral tersebut tidak mau bekerja. Halhal
inilah yang membuat seseorang yang ingin mendalami overclocking segan untuk
memulainya, padahal dalam overclocking ada tingkatan-tingkatannya sendiri. Overclocking
sendiri dibagi menjadi 3 :
1. Safe Overclocking,
2. Real Overclocking,
3. Extreme Overclocking.
yang cara & tujuannya berbeda-beda.

Keuntungan & Kerugian Yang Didapat Dari Overclocking
Keuntungan overclock jelas. Komputer dapat bekerja lebih cepat. Tapi juga ada risiko untuk
langkah ini. Yang paling ringan adalah CPU tidak mau bekerja alias hang. Yang paling pahit,
chip prosesor rusak permanen akibat suhu prosesor yang terlalu tinggi. Prosesor yang
bekerja pada suhu yang tinggi ini dapat berkurang umurnya, yang memang didesain untuk
bertahan kurang lebih selama kurang lebih 10 tahun. Namun, orang yang iseng barangkali
telah mengepak komputer yang dipakainya sepuluh tahun lalu dalam sebuah kotak kaca dan
dipajang di kamar pribadi atau ruang kerja sebagai peninggalan sejarah. Maka
pertimbangkan! Apakah dalam 10 tahun ke depan Anda tidak ingin mengganti prosesor yang
sekarang Anda pakai? Apakah Anda yakin pada saat itu prosesor Anda masih bisa digunakan
untuk aplikasi masa depan? Jika memang Anda tidak akan memakai prosesor tersebut
sepuluh tahun mendatang, mengapa tidak mencoba overclock saja? Untuk mengatasi masalah
suhu, harus dilakukan usaha pendinginan. Pendinginan inilah yang akan menjadi perhatian
utama kita dalam overclock.

Lebih Lanjut Tentang Overclocking
Seperti yang telah kami kemukakan sebelumnya, bahwa overclocking itu pada dasarnya
adalah membuat sistem yang kita gunakan saat ini berjalan lebih cepat dan stabil dari
sebelumnya.

Overclocking saat ini sebenarnya sudah mulai didukung oleh hampir semua produsenprodusen
peripheral komputer, yang dipelopori oleh salah satu produsen mainboard dari
Taiwan sejak 1993. Mungkin bagi Anda yang sudah memakai komputer sejak dulu masih
ingat bagaimana susahnya untuk merakit sendiri sistem yang telah kita beli karena harus
merubah jumper di mainboard agar mainboard mengenali prosesor yang kita pakai. Tapi
sekarang produsen sudah membuat agar settingan tersebut bisa dilakukan dari BIOS saja,
tanpa harus menyentuh mainboard sama sekali, bahkan pada beberapa produsen sudah
memberikan settingan untuk mengubah voltase/tegangan untuk periferal di dalamnya.
Inilah celah bagi para overclocker untuk memudahkan mereka mengoverclock sistem mereka,
hingga produsen mainboard pun membuat software overclock Under-Windows yang bisa
digunakan tanpa harus masuk ke BIOS.

Hal yang juga di lihat oleh para overclocker biasanya kualitas peripheral. Contohnya seperti
pabrik pembuat mainboard, pabrik pembuat kapasitor-kapasitor yang terdapat dalam
mainboard, pabrik pembuat serta seri chip yang digunakan oleh memory, tanggal dan seri
tertentu dari sebuah prosesor, tanggal pembuatan sebuah VGA, dan masih banyak lainnya.
Hal-hal seperti di atas sangat mempengaruhi overclocking yang akan dilakukan. Kenapa
seperti itu?

Kami akan jabarkan sedikit beserta contohnya :
Kita ambil contoh mudah pada prosessor. Mengapa pada tanggal dan seri-seri tertentu
prosesor tersebut bisa di overclock lebih tinggi dari seri lainnya? Sebuah prosesor terdiri dari
core dan board tempat meletakkan corenya, kedua hal tersebut mempengaruhi kualitas akhir
dari sebuah prosesor yang di produksi. Satu kali proses produksi bisa terjadi kualitas
keduanya bagus, maka seluruh prosesor yang dibuat pada tanggal tersebut berkualitas sangat
baik. Tapi apabila hanya salah satu dari kedua hal tersebut yang bagus maka kualitasnya
bagus. Begitu juga ketika proses produksi keduanya kurang begitu bagus maka kualitasnya
bisa di bilang rata-rata. Kenapa pada suatu saat proses produksinya bisa bagus pada saat
lainnya hanya rata-rata? Hal itu terkait dengan cara sebuah pabrik prosesor membuat produk
mereka. Biaya untuk membuat prosesor tidaklah kecil. Selain itu yang mempengaruhi adalah
dari cara pembuatan. Sebuah prosesor di buat menggunakan intensitas sinar laser yang
ditembakkan sedemikian rupa sehingga terbentuklah prosesor seperti yang kita lihat
sekarang.

Pada saat-saat tertentu dari proses produksi prosesor tersebut terkadang laser kurang fokus
sehingga hasilnya kurang sempurna. Inilah yang menyebabkan kenapa ada prosesor sangat
bagus (kami menyebutnya prosesor gold) dan ada yang rata-rata. Untuk mengetahui
perbedaan kualitas dari setiap prosesor tersebut biasanya kami mencoba satu per satu
prosesor dengan tanggal dan seri yang berbeda atau biasa disebut batch code.
Contoh lainnya yang gampang juga di lihat dari pabrik pembuat mainboard/peripheral
lainnya. Kenapa bisa begitu? Karena bila sebuah pabrikan selalu membuat board yang
berkualitas maka pabrikan tersebut akan selalu terkenal akan kehandalan produk mereka.
Yang bisa kita lihat ada beberapa produsen yang khusus menciptakan mainboard untuk
overclocker.
Produsen tersebut dari awal memang mengkhususkan diri membuat produk untuk para
overclocker. Kualitas komponen dalam mainboard mereka adalah komponen kelas atas, fitur
dari BIOS mereka sangat mendukung overclocking, karena merekalah yang pertama kali di
dunia mengenalkan inovasi mainboard tanpa jumper, semua bisa di atur cukup dari BIOS.
Seperti yang telah di bahas sebelumnya, fitur dari settingan FSB, voltase/tegangan, timing
memory bisa dengan gampangnya di ubah dari BIOS. Sehingga kita bisa meniru settingan dari
sebuah sistem yang sama tetapi spesifikasinya lebih tinggi dari sistem kita.
Itulah celah yang digunakan oleh overclocker untuk mengoverclock sistem mereka. Apapun
cara akan mereka jalani demi mendapatkan sebuah sistem yang lebih tinggi dari yang lain
hanya demi kepuasan batin saja. Untuk saat sekarang, overclocking belum bisa untuk
dijadikan pekerjaan. Tetapi salah satu dampak dari overclocking yaitu pengetahuan tentang
hardware dan cara perbaikannya bila ada kerusakan pada hardware tersebut bisa
menempatkan kita sama dengan seorang teknisi komputer yang handal.

Overclocking bukanlah sesuatu hal yang menakutkan, Anda hanya perlu mengetahui
sedikit karakter dari sebuah peripheral dan bagaimana cara mengoptimalkannya secara
benar, itu saja. Semakin sering Anda berhadapan dengan hal tersebut & memecahkan
permasalahan yang terjadi, maka overclocking sama mudahnya dengan menginstall
software. Overclocking menurut kami adalah dampak dari adanya komputer di tengahtengah
kita. Karena komputer ada hacker, karena komputer juga ada overclocker.

Dengan cara & minat yang berbeda tapi dengan maksud sama, yaitu menggunakan
komputer mereka lebih dari sekedar ‘mesin hitung’ atau ‘mesin tik’.
Agar mendapatkan hasil yang optimal, kita harus melewati tahap demi tahap proses
overclocking secara benar. Namun saat kita melakukan optimalisasi dan overclocking,
seringkali kita tidak sabar dan langsung berharap akan mendapatkan hasil istimewa dalam
jangka waktu yang sesingkat mungkin. Kita tidak pernah mencoba mencermati tahapantahapan
yang harus dilalui sebelum melakukan overclocking, karena sesungguhnya
keseluruhan proses tersebut sangat berpengaruh besar terhadap hasil optimalisasi yang kita
peroleh.
Biasanya tanpa step-step yang jelas dan banyak berpikir, kita langsung saja masuk ke BIOS,
menaikkan FSB (Front Side Bus), menaikkan voltase, utak atik sana sini untuk mencari
settingan tercepat dan sebagainya. Alhasil kinerja sistem bukannya meningkat namun justru
kesetabilan yang menjadi korban.
Jikapun ada peningkatan hasilnya masih jauh dari harapan. Efek yang ditimbulkan dari
overclocking asal-asalan tersebut, komputer menjadi sering hang, restart, blue screen, dan
timbul berbagai masalah lain semacamnya. Sehingga banyak yang mengeluh bahkan
menganggap overclocking adalah momok yang hanya membuat komputer menjadi tidak stabil, panas, dan gampang rusak. Sebetulnya proses optimalisasi komputer, terlebih overclocking itu harus melalui tahapan demi tahapan yang benar dan tidak asal-asalan agar
hasil yang didapatkan memuaskan atau sesuai harapan.
Karena dengan optimalisasi dan overclocking yang tepat dan benar, mampu membuat
komputer dengan spesifikasi sangat tinggi sekalipun sanggup dikalahkan dengan mudah
menggunakan komputer yang memiliki spesifikasi diatas kertas jauh berada dibawahnya.
Bukan hanya dikalahkan dalam hal kecepatan, namun juga dalam hal kestabilan dan
kehandalan mengatasi aplikasi-aplikasi berat.
Dari sini kita mencoba memahami bahwa seni overclocking bukan hanya berusaha
meningkatkan kinerja dan kecepatan saja, namun juga menjaga bahkan meningkatkan
durabilitas atau kestabilan sistem. Untuk itu pada bahasan kali ini kami berusaha
memberikan panduan tahap demi tahap yang harus kita lakukan dalam proses optimalisasi
dan overclocking, yaitu :
Dalam tahap ini kita berusaha memahami setiap komponen yang ada pada sistem kita, satu
persatu kita pahami karakteristiknya, kemampuan optimal dan maksimalnya. Hal ini
sebetulnya sangat penting bagi mereka yang hendak merakit sebuah sistem. Karena seperti
telah diutarakan diatas, sistem dengan pemilihan hardware yang tepat dengan harga jauh
lebih murah, mampu memiliki kinerja, dan kestabilan jauh diatas sistem dengan harga dua
atau bahkan tiga kali lipat darinya. Lalu bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Ini semua
tampak aneh, tapi ini bukan omong kosong, karena yang paling penting dari pemilihan
komponen hardware adalah keseimbangan kinerja. Dalam arti sistem yang di bangun benarbenar
mampu memberikan kinerja yang sesungguhnya. Apakah yang dimaksud dengan
kinerja sesungguhnya? Yah ini adalah kinerja hardware optimal, karena label, kemasan, dan
seri suatu produk belum tentu menggambarkan kinerja optimalnya. Baik itu processor,
graphic card, memory, dan sebagainya, semua tidak dapat kita bandingkan kinerja
optimalnya hanya dari nama, label, dan typenya. Karena semakin baru keluaran barangnya,
semakin tinggi angkanya, dan semakin besar serinya, belum tentu itu menggambarkan
kemampuannya yang semakin besar. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui kinerja optimal,
atau kinerja sesungguhnya? Berikut ini akan kami berikan gambaran awal untuk
memahaminya :

MAINBOARD
􀂙 CHIPSET adalah point utama yang pertama harus anda amati dari mainboard anda.
Cobalah amati jenis chipset tersebut dan kenali karakteristik, fungsi, dan
dukungannya. Chipset adalah chip controller utama pada mainboard yang mengatur
jalur data semua komponen yang ada, chipset biasanya terdiri dari dua, yaitu south
bridge (bagian selatan/bawah), dan north bridge (bagian utara/atas/tengah dekat
CPU). South bridge biasanya mengatur I/O, PCI, HDD, FDD, Sound, Lan, dan
komponen pendukung lainnya. Sedang North bridge biasa digunakan untuk pengatur
alur data komponen utama seperti CPU, memory, dan Display slot (AGP/PCI-E).
Namun ada pula chipset yag bekerja sendiri/chipset tunggal yang sekaligus mengatur
semuanya. Semua periperal yang dapat terpasang dan kemampuan upgrade dari
mainboard sangat ditentukan oleh chipset yang dipakai. Chipset juga sangat menentukan kemampuan upgrade dan dukungan hardware yang mampu ditangani
oleh komputer anda

􀂙 KOMPONEN yang berkualitas sangat berpengaruh pada kestabilan, performa dan
kualitas mainboard. Sebetulnya untuk membedakan kualitas komponen yang dipakai,
sangat mudah dideteksi dan sangat kasat mata. Tanpa perlu memperhatikan mereknya
pun, kita dapat membedakan dengan jelas kualitas komponen yang dipakai hanya
dengan melihat tampilan fisiknya saja. Lalu bagian apa sajakah yang perlu kita
perhatikan?

􀂾 PCB, Mainboard yang memiliki ketahanan dan kualitas tinggi sangat dapat
dilihat dari kualitas PCBnya, mainboard high-end biasa menggunakan PCB 8
layer. Selain jumlah layer, untuk mencermati perbedaannya dapat dilihat dari
ketajaman jalur dan kegetasan saat PCB kita coba sedikit bengkokkan. Untuk
beberapa mainboard kualitas tinggi pada PCB terdapat lapisan pendingin untuk
membuang panas.

􀂾 Kapasitor, perbedaan kualitas mainboard dapat dengan mudah dilihat dari
kerapatan, jumlah, ukuran dan yang paling penting adalah jenis kapasitor yang
digunakan. Mainboard yang mampu menjaga kestabilan dalam kompresi tinggi
untuk beberapa bagian biasa menggunakan kapasitor Low-ESR (kapasitor perak),
untuk kapasitor kualitas tinggi dibawah Low-ESR adalah kapasitor-kapasitor 1st
grade buatan Jepang, contohnya seperti Rubycon dan Nichicon dengan bentuk
yang mudah kita kenali yaitu belahan atas kapasitor berbentuk huruf K untuk
Rubycon dan huruf Y untuk Nichicon. Ada juga kapasitor Jepang 2nd grade yang
berkualitas cukup baik dengan beberapa ciri lainnya, sedangkan kapasitor China
dikenal jauh lebih murah dengan kualitas yang kurang baik. Untuk saat ini hampir
semua merek mainboard kelas atas menggunakan kapasitor Jepang, namun anda
tetap harus teliti, karena ada pula beberapa yang menggunakan kapasitor 2nd
grade dan 3rd grade. Semakin banyak jenis kapasitor kelas atas, biasanya board
tersebut mampu menawarkan kestabilan dan daya tahan yang semakin tinggi.

􀂾 Regulator, Kondensator, Mofset, dan komponen-komponen lain juga bisa kita
amati secara fisik. Dengan demikian akan mudah diketahui mainboard yang lebih
stabil biasanya memakai komponen yang lebih tinggi kelasnya.

􀂾 Pendinginan dan pengaturan aliran udara, serta layout mainboard juga dapat
dengan mudah dilihat. Dari kesemuanya itu mencerminkan kelas dan kualitas
mainboard yang bersangkutan. Khusus untuk pendinginan, faktor ini memang
cukup penting untuk diperhatikan, namun ini adalah faktor eksternal dalam arti
diluar lingkup kualitas mainboard itu sendiri. Sehingga ini adalah faktor yang
paling mudah untuk kita modifikasi, dengan penambahan pendingin secara
individu

􀂙 BIOS adalah pengontrol utama seluruh sistem, fungsi dan periperal yang ada. Kinerja
dan kestabilan sistem dapat berpengaruh dari BIOS. Bahkan mainboard dengan
kualitas komponen biasa-biasa saja, apabila didukung dengan BIOS yang handal, akan
mampu berjalan lebih optimal dari mainboard high-end sekalipun. Untuk itu sangat
penting bagi kita untuk mempelajari secara khusus tentang BIOS, dan mengenali
fungsi-fungsi yang ada di BIOS. Untuk mencermati kemampuan pengaturan pada
BIOS, ha-hal yang harus diperhatikan adalah : fungsi pengatur FSB, multiplier, timing
memory, divider/pembagi, penguncian AGP/PCIe/PCI, system monitoring, dan
terutama perhatikan secara seksama rentang voltase yang sanggup ditawarkan (Vcore,
Vdimm, Vchipset, dll). Karena sesungguhnya, BIOS adalah senjata utama bagi kita
untuk melakukan optimasi dan Overclocking.

􀂙 ONBOARD bisa dipandang positif dan negatif, namun jangan terlalu anti dengan
onboard. Onboard artinya komponen tambahan yang langsung terintegrasi dalam
mainboard (sound, LAN, VGA, dll). Onboard bukanlah masalah besar, dan belum
tentu berkualitas buruk, dapat menjadi solusi ekonomis dan praktis, namun jangan
pernah melupakan untuk memperhatikan slot ekspansi untuk peluang upgrade.

􀂙 FUNGSI tambahan baik berupa komponen chip tambahan, ataupun fungsi di luar
BIOS, baik itu fungsi penyetabil fungsi pengaturan kipas, fungsi overclocking
tambahan dari windows (OC on the fly), maupun fungsi lain. Sebetulnya semua fungsi
ini hanyalah kosmetika belaka, dan belum tentu akan anda gunakan. Bukan berarti
fungsi-fungsi tersebut tidak ada gunanya, namun sebaiknya jangan menjadi prioritas
utama, anggap saja sebagai tambahan, dan sesuaikan saja dengan kebutuhan anda
karena yang terpenting untuk pengaturan segalanya adalah fungsi di BIOS. Untuk
fungsi SLI dan Crossfire, sebaiknya untuk saat ini lupakan saja fasilitas tersebut
karena kemungkinan sangat kecil anda akan menggunakannya, bukan berarti harus
anda hindari, cukup abaikan saja. Kecuali anda memang langsung akan memasang
sistem SLI-Crossfire, atau untuk kepentingan lain.

PROCESSOR
􀂙 CORE adalah die dari processor, masing-masing seri memiliki code name tersendiri.
Dengan mengenal code core processor, kita dapat mengenali type processor, FSB,
ukuran cachenya, teknologinya, dan informasi penting lainnya. Untuk itu, agar kita
bisa lebih memahami dan lebih mengenal tentang processor, mari kita berbicara soal
core dan code corenya, jangan pernah lagi terjebak pada penamaan resmi dari
produsen processor. Penamaan seri dari pihak produsen belum tentu menunjukkan
kinerja dan potensi sesungguhnya, bahkan cenderung membingungkan dan menjebak.
Dengan pemahaman code name core kita akan lebih jeli menentukan processor mana
yang terbaik dan memiliki potensi overclocking terbesar. Sebagai contoh : FX 60
memiliki jenis core yang sama dengan X2 4400+ (Toledo) padahal harga yang
ditawarkan dua kali lipat lebih mahal, dan tentu masih sangat banyak contoh-contoh lainnya. Dengan pengenalan core kita dapat banyak menghemat biaya karena mendapatkan barang yang jauh lebih murah dengan kinerja tidak jauh berbeda.

􀂙 CLOCK Processor seringkali membingungkan kita, untuk itu jangan pernah menilai
kinerja processor dari clock speednya (GHz/MHz). Sering kita terjebak dengan angka
clock GHz/MHz dari processor. Namun sebetulnya hal itu sangat-sangat salah, dan
sangat-sangat tidak relevan lagi untuk kita jadikan patokan kinerja. Sebagai contoh,
beberapa orang kebingungan dengan processor keluaran lama dengan clock
3000MHz/3GHz, tapi kenapa justru processor baru-baru sekarang hanya memiliki
clock yang lebih rendah (1,8Ghz; 2,4Ghz). Lebih parahnya lagi, kadang beberapa
orang justru menganggap hal ini sebagai penipuan. Mungkin untuk jaman Pentium I,
Pentium II, Pentium III, AMD K6, dan processor-processor sebelumnya, kecepatan
clock masih bisa dijadikan patokan, tapi sekarang tidak bisa lagi. Hal inilah yang
semakin memusingkan end-user karena kinerja processor yang semakin samar dan
tidak jelas, karena penamaan seri yang sangat beraneka ragam dan tidak mudah
dipahami. Hal ini dikarenakan Intel juga mulai menggunakan patokan kinerja, tidak
lagi berdasarkan clock, yang sebelumnya telah dipelopori AMD. Tentu anda masih
ingat saat Athlon XP 1700+ dengan clock 1463MHz. Hal ini akan kita bahas lagi lebih
dalam pada edisi khusus processor. Namun untuk memudahkan anda, sebagai patokan
kasar dan gampang, jika kita hendak membeli processor, sebaiknya kita mencari clock
yang terendah dengan teknologi atau type processor yang terbaru. Biarpun clocknya
tampak lebih rendah, bila itu merupakan type terbaru, pasti kinerja yang ditawarkan
akan lebih menjanjikan untuk anda, dan dijamin anda tidak akan salah pilih, atau
kecewa dengannya.

􀂙 CODE seri processor, atau batch code produksi processor, kadang juga menjadi
sangat penting untuk mendeteksi seri Gold Batch dari type processor tertentu. Karena
kualitas processor untuk type dan seri yang sama bisa beragam. Lalu apa itu Gold
Batch? Penjelasan sederhananya begini, ratusan keping processor dengan teknologi
yang sama, meskipun seri kecepatannya berbeda, dicetak dalam satu tempat cetakan
yang sama yaitu wafer (wafer adalah lempengan bundar sebagai tempat cetakan
processor). Disini processor yang berada di posisi tengah wafer tersebut diyakini
cenderung memiliki kemampuan lebih tinggi, karena akurasi fokus sinar proyeksi ke
silikon lebih tepat pada bagian tengah wafer tersebut. Dari prosessor yang dihasilkan
tersebut dilakukan pengujian awal, dan biasanya selisih kinerja dari pengujian itu
dibuat jenjang variasi kecepatan processor di pasaran. Sehingga, processor dengan
kecepatan berbeda bisa saja dia berada pada cetakan yang sama. Untuk itu selisih
kinerja optimalnya sesungguhnya sama juga, hanya saja pada lempeng PCB processor
diberikan FID atau pengatur untuk menentukan clock speed yang dia jalankan pada
kondisi standard. Kadang pada awal-awal produksi suatu type processor baru, satu
lempeng wafer digunakan untuk satu seri yang sama, sehingga ada kemungkinan
processor dengan kualitas tertinggi bisa dijual pada seri tersebut, dan seri-seri inilah
yang code produksinya kemudian kita sebut Gold Batch. Untuk mencari processor
mana yang berada di posisi itu, ada batch code tertentu yang dapat ditelusuri,
processor-processor pilihan dengan code-code istimewa tersebut yang biasa dicari
oleh para overclocker. Istilah Gold Batch ini hanya untuk mempermudah menginisiali
processor-processor tersebut. Setelah mengenal type dan batch CPU, anda perlu mengetahui dan mengenal batas maksimum kecepatan yang bisa dilampaui oleh CPU anda tersebut.

MEMORY (RAM)
􀂙 JENIS, type memory adalah pilihan pertama yang akan anda lakukan, karena saat ini
kita dihadapkan dengan dua jenis memory, yaitu DDR dan DDR2. dan kini telah
muncul DDR3. Dari sisi teknis DDR2 memang mampu berjalan pada clock yang lebih
tinggi dari DDR, bahkan hingga tiga kali lipatnya, dan akhir-akhir ini telah muncul
beberapa seri DDR2 dengan timing ketat (CL-3). Namun sesungguhnya untuk
kecepatan standard, kinerja yang dihasilkan DDR dan DDR2 sendiri tidak memiliki
perbedaan yang jauh.
Satu pedoman yang harus menjadi catatan bagi kita adalah perbedaan prinsip kerja
memory pada AMD seri K8 (Athlon 64) dengan sistem lainnya. Pada sistem berbasis
AMD K8 series (Athlon 64) terjadi pemotongan jalur data untuk memory, yaitu
pemindahan memory controller pada chipset langsung ke dalam badan core
processor, sedangkan pada Intel ataupun sistem AMD sebelumnya masih
menggunakan bantuan chipset untuk controller memory ini, disini berarti kita
memiliki dua cara pandang yang berbeda terhadap memory yang akan digunakan pada
sistem berbasis K8 dengan sistem lainnya.
Perbedaan tersebut berhubungan dengan bus yang digunakan, timing yang diperlukan,
dan kondisi kecepatan memory yang diselaraskan dengan processor pada sistem
tersebut. Dengan demikian kita bisa menentukan pilihan chipset memory yang paling
tepat untuk sistem kita, apakah mementingkan timing, mementingkan clock yang
tinggi, atau mementingkan keselarasan antara bus processor dan memory. Namun
perbedaan tersebut hanya akan penting dan terasa pada penggunaan sistem dengan
memory DDR, sedang pada DDR2 semua tampak sama. Pada DDR2, semakin tinggi
bus, akan semakin tinggi pula kinerjanya, disini bandwidth lebih berperan dari timing,
karena clock yang sanggup digapai DDR2 sangat jauh melebihi DDR, sehingga
keketatan timing tampak seolah-olah tidak lagi menjadi prioritas. (sebagai gambaran,
bandwidth sistem dengan DDR rata-rata berkisar di angka 3000-5000, sedang pada
DDR2 berkisar 7000-10000)

􀂙 TIMING, merupakan pengatur kecepatan data yang akan dan sedang diolah oleh
memory, sehingga sangat berpengaruh dengan jumlah data yang sanggup diselesaikan
untuk proses selanjutnya. Ada banyak sekali pengaturan timing pada memory, namun
disini kami akan berikan beberapa gambaran dasar tentang itu. Di sini kami tampilkan
keterangan mengenai timing.
1. Timing utama dari memory :
a. CAS (tCL) Timing: CAS (Column Address Strobe/Column Address Select)
Adalah pengontrol waktu putaran saat pengiriman data pembacaan perintah
sampai pembacaan tersebut berlangsung. Waktu dari awal CAS ke akhir CAS
biasa disebut waktu latency. Semakin rendah nilai ini, berarti proses semakin
cepat dan performance semakin tinggi. Jadi CAS latency merupakan waktu
penundaan dalam perputaran waktu antara pengiriman perintah pembacaan sampai data pembacaan pertama itu terkirim ke output. Bagian ini adalah
bagian terpenting dan yang paling menentukan kecepatan akses memory. Contoh : 2,5-3-4-8 angka “2,5” adalah CAS timing.
b. tRCD Timing: RAS to CAS Delay (Row Address Strobe/Select to Column
Address Strobe/Select).
Adalah waktu penundaan perintah yang aktif hingga siap untuk dilakukan
proses pembacaan/penulisan.
Contoh : 2,5-3-4-8 angka “3” adalah tRCD timing.
c. tRP Timing: Row Precharge Time
Adalah waktu minimum yang digunakan antara perintah yang aktif ke proses
pembacaan/penulisan data pada keping memory berikutnya pada memory
module.
Contoh : 2,5-3-4-8 angka “4” adalah tRP timing.
d. tRAS Timing: Min RAS Active Time
Adalah waktu pengaktifan dan penonaktifan perintah masing-masing baris
memori sampai berakhirnya batas waktu tRAS yang ditetapkan. Semakin
rendah, performanya semaki cepat, namun bila terlalu cepat data yang
dipindahkan belum tentu terselesaikan semua, sehingga bisa mengakibatkan
proses tidak sempurna dan data corrupt. Untuk penghitungan angka tRAS yang
optimal adalah dengan menjumlahkan tCL, tRCD, dan tRP (tRAS = tCL +
tRCD + tRP), dengan konfigurasi ± 1 dari angka tersebut. (2,5+3+4 = 9.5) =>
jadi angka tRAS yang diambil 8, 9, atau 10.
Contoh : 2,5-3-4-8 angka “8” adalah tRAS timing.

GRAPHICS CARD (VGA CARD)
Display Card merupakan modul miniatur dari sistem yang semi independent, karena
didalamnya terintegrasi processor, memory, BIOS, dan sebagainya. Sehingga display
card memiliki kompleksitas yang tinggi. Namun untuk memudahkan anda menyeleksi
menganalisa display card silahkan cermati bagian-bagian berikut :

􀂙 GPU/VPU, hampir sama dengan processor, amati type chipset yang digunakan,
jangan terjebak pada penamaan seri dan merek, karena dengan mengenali jenis dan
type chipset, kita akan lebih mudah mengetahui kemampuan sesungguhnya.

􀂙 BIT, jumlah bit (64 bit, 128 bit, 256 bit) adalah lebar data bandwidth dalam RAM yang
ditanamkan pada suatu VGA card. Semakin besar jumlah bit memungkinkan RAM
menerima asupan data yang lebih banyak ketimbang jumlah bit yang lebih sedikit.
Perbedaan mencolok dapat dilihat pada kecepatan loading suatu scene game masa kini
yang menggunakan polygon yang banyak dan tekstur berukuran besar.

􀂙 TEKNOLOGI, setiap produsen chipset VGA card mempunyai arsitektur teknologi
yang berbeda dengan kompetitornya, misalnya nVidia dengan SLI-nya atau ATi
dengan Crossfire-nya. Pelajarilah keunggulan arsitektur VGA card yang diusung oleh
para produsen VGA card tersebut.

􀂙 MEMORY (RAM) VGA card berpengaruh pada saat loading suatu data 3D (polygon,
tekstur, dll) dan sebagai tempat penampungan sementara ketika GPU memproses data tersebut. Semakin cepat dan besar jumlah RAM, semakin besar pula daya
tampungnya, sehingga proses kalkulasi data 3D dapat dilakukan dengan lebih cepat
tanpa harus menunggu ketersediaan data di-load oleh RAM terlalu lama (efek
bottleneck). Coba perhatikan code seri pada memory VGA anda, dan temukan berapa
nano kecepatannya (semakin kecil semakin tinggi potensinya. Timing memory pada
VGA juga sangat berpengaruh pada kinerja, namun pengaturannya membutuhkan
editor BIOS dari type VGA tersebut. Ingat saat ini teknologi memory untuk VGA jauh
melesat lebih dari teknologi memory sistem.

􀂙 FISIK, Kualitas display card juga dapat diidentifikasi dari bentuk fisiknya dengan
cara sama dengan mengidentifikasi kualitas mainboard seperti dijelaskan sebelumnya.

Power Suply

􀂙 DAYA dari Power Supply sebagai Jantung dari sistem kita harus dipastikan mampu
memenuhi semua komponen yang terintegrasi di dalamnya. Coba temukan kapasitas
daya optimal yang diperlukan untuk sistem anda, dan power supply apa yang
sebaiknya digunakan untuk kebutuhan anda. Lalu bagaimana memperkirakan daya
optimal yang diperlukan? Berikut adalah gambaran tentang daya murni PSU yang
digunakan untuk keperluan sistem anda. Sebelumnya sebagai gambaran, PSU
standard / low-end memiliki daya murni 50-70% dari daya yang tercantum pada label,
sehingga anda bisa mengira-ira PSU yang sebaiknya anda gunakan sesuai kebutuhan
sistem anda.

􀂙 FLUKTUASI. Sebetulnya ada yang lebih penting dari sekedar daya yang diperlukan,
yang sangat berpengaruh terhadap kemampuan overclocking, keawetan, dan
kestabilan sistem, yaitu faktor fluktuasi daya dan voltase/tegangan saat sistem
mendapatkan beban yang berat. Namun untuk mengatasi faktor ini anda terpaksa
harus menyisihkan ekstra dana dengan membeli PSU berkelas. Selain fluktuasi yang
bisa lebih dijaga, daya dan tegangan yang dihasilkan juga akan jauh lebih murni.
Secara sederhana fluktuasi ini bisa di lihat di sistem monitor pada BIOS/program
tertentu, atau untuk lebih tepatnya gunakan multitester untuk mengukurnya. Bila
kondisi memungkinkan silahkan modifikasi power supply anda. Sebagai sedikit
panduan, PSU yang baik adalah PSU yang memiliki kesetabilan daya dan tegangan,
dengan apapun yang terjadi pada sistem. Jadi semakin sedikit fluktuasi semakin baik
pula PSU tersebut.

Bagaimana Melakukan Overclock ??
Melakukan overclock sebenarnya melakukan setup kecepatan clock speed dari sebuah
processor. Apakah bentuknya sebagai processor, atau sebuah GPU/VPU (VGA), ataupun
clock speed dari chipset mainboard.
Intinya, overclock adalah meningkatkan kecepatan clock speed. Misalnya VGA dengan
kecepatan core 400MHz dicoba ditingkatkan menjadi 450MHz untuk mendapatkan tampilan
gambar lebih baik. Procesor dari bus 200MHz ditingkatkan menjadi 250MHz agar kinerja
proses rendering gambar dan aplikasi game lebih nyaman. Atau meningkatkan core chipset
untuk mendapatkan bandwidth lebih besar dari produk aslinya.
Contoh saja bila processor dengan kecepatan 1,6GHz dengan bus 100MHz, artinya processor
bekerja pada kecepatan 16x100MHz akan menghasilkan kecepatan processor 1600MHz atau
1,6GHz. Dengan merubah bus FSB pada option BIOS misalnya dari 100MHz menjadi
133MHz maka computer akan bekerja dengan kecepatan 2,1GHz atau 16x133MHz yang
menghasilkan kecepatan 2,1GHz atau 2128MHz. Apakah sedemikian mudah melakukan
overclock. Betul, hanya dengan cara inilah komputer dapat dipacu dan sedemikian mudahnya
seseorang melakukan overclocking

Berapa Mahal Dari Biaya Overclock ??

Biaya overclock bisa bervariasi dari tanpa biayasampai mampu menghabiskan uang anda.
Tergantung apakah keinginan untuk melakukan kegiatan overclock. Bila anda melakukan
overclock sebuah komputer yang tidak terlalu tinggi, misalnya dengan mempercepat laju
processor menjadi 10% atau 20% lebih cepat. Mungkin anda tidak memerlukan biaya
tambahan. Perubahan hanya dilakukan pada BIOS saja.
Contoh anda mengunakan procesor 1,6GHz, lalu memacu menjadi 2,1GHz. Dengan heatsink
standard, pada kecepatan tersebut masih diposisikan aman bagi komputer dan dapat
dilakukan dengan mudah.
Tetapi bila dilakukan overclock cukup tinggi, misalnya diatas 25%, umumnya akan muncul
kendala yaitu processor menjadi lebih panas. Karena disain heatsink standard sebagai
pendingin processor dibuat terbatas untuk kecepatan tertentu dengan putaran fan tertentu
juga, membuat keterbatasan heatsink untuk meredam panas. Kendala pada kasus panas
processor dapat diperbaiki dengan menganti heatsink non standard. Dengan heatsink non
standard maka processor terhindar dari hang atau malfunction karena terlalu panas ketika
bekerja. Atau dapat juga dibantu pada sirkulasi udara didalam untuk memperbaiki sistem
pendingin didalam case komputer.
Kenapa panas menjadi momok menakutkan untuk kegiatan overclock. Dengan peningkatan
kecepatan, dampak akan membuat processor menjadi panas. Secara tidak langsung, semakin
tinggi kecepatan processor bekerja, maka daya power juga semakin besar. Dampaknya selalu
kembali pada panas yang ditimbulkan dari chip procesor.
Lalu dimana tingkat kemahalan dari kegiatan overclock. Bila anda melakukan overclock pada
processor saja, tanpa memperbaiki perangkat lainnya. Hal ini dapat dikatakan murah. Tetapi
bila anda berkeinginan mengoptimalkan seluruh perangkat yang ada, termasuk memory,
mainboard premium, VGA high-end, power supply, pendingin bahkan case yang khusus di
disain untuk overclocking. Disitulah nilai mahal yang harus diberikan, karena perangkat
khusus yang disediakan untuk overclock memang memiliki kelebihan tersendiri. Dengan
perangkat khusus tersebut, tentu anda mengharapkan performa sebuah komputer yang
berbeda dari komputer standard. Bahkan sebuah komputer dengan tingkat hardware paling
optimal memiliki nilai yang hampir sama seperti membeli sebuah PC dengan harga 2 buah
PC standard
Mungkin ada pertanyaan yang timbul, mengapa overclock menjadi mahal, jika
memungkinkan seseorang membeli processor lebih cepat. Pertanyaan ini dapat dijawab
dengan mudah. Tujuan overclock bukan saja membuat processor menjadi lebih cepat. Satu
alasan yang paling dominan adalah peningkatkan ketika memacu processor diatas batas
normal. Dengan peningkatan kecepatan processor juga meningkatkan kecepatan bandwidth
baik memory, tranfer data pada chipset ke procesor serta tampilan pada VGA juga ikut
meningkat.
Dengan melakukan overclock, maka akan hasil bandwidth tinggi bagi sebuah computer. Bila
anda mengunakan processor berkecepatan 200MHz dengan memory jenis PC3200, hasilnya akan berbeda bila processor di-overclock dengan 250MHz dan menganti jenis kecepatan
memory dengan PC4000 agar dapat mengimbangi kecepatan bus internal dari procesor dan
chipset.
Kenapa bandwidth diperlukan, anda dapat membayangkan sebuah jalur lalu lintas tol dengan
kecepatan maksimum 200KM/jam. Artinya setiap kendaraan dapat berlalu lalang maksimum
200KM/jam. Bila ditingkatkan menjadi 250KM/jam maka kecepatan kendaraan akan lebih
cepat sampai ketujuan. Anggapan bahwa data dari komputer harus melewati jalur seperti
jalan tol. Maka setiap data yang digambarkan sebagai kendaraan akan lebih cepat sampai
ketujuan. Dan data juga dapat diproses lebih cepat karena processor yang dioverclock.

Apa Yang Perlu Diperlukan & Dipikirkan Ketika Melakukan Overclock ??

Mudah untuk membuat processor agar dapat dioverclock, tetapi dampaknya cukup luas bagi
hardware lain. Bila berbicara pada komputer yang ada saat ini, melakukan overclock akan
berdampak bagi hardware seperti sistem I/O, VGA dan lainnya.
Mengoverclock sebuah processor beberapa MHz juga akan memacu kinerja bagian lain
seperti memory, PCIe, PCI dan AGP clock. Artinya bila procesor dengan kecepatan bus
100MHz dipacu menjadi 120MHz (20%), maka kecepatan clock hardware lain juga
meningkat. Demikian juga kecepatan memory akan dipacu mengikuti kecepatan processor
yaitu sekitar 20%.
Banyak kesalahan terjadi bagi pemula karena tidak terlalu memperhitungkan dengan
kemampuan hardware yang ada. Contoh saja memacu processor dengan dengan kecepatan
100MHz ke 133MHz dengan memory PC2100 (DDR200). Optimalnya untuk kecepatan
processor 133MHz lebih baik mengunakan memory PC2700 (DDR333) atau diatasnya
seperti PC3200 ( DDR400).
Dengan memacu overclock pada processor terdapat beberapa hal penting

1. Processor memiliki batas kecepatan tertentu, semakin tinggi maka semakin panas dan
tidak stabil. Menghadapi panas hanya dapat dihadapi dengan sistem pendingin yang baik.
Menganti pendingin jenis tertentu akan menjaga keberhasilan ketika melakukan
overclock.

2. Semakin tinggi multiplier sebuah processor akan semakin tidak stabil. Umumnya mereka
yang ingin melakukan overclock mengambil inisiatif dengan jalan membeli processor
bermultiplier rendah. Dengan multiplier rendah, maka kecepatan processor memiliki
persentas lebih tinggi plus lebih murah. Misalnya anda mengunakan processor 2,4GHz
dengan multiplier 12x akan mudah dipacu menjadi 3GHz dengan bus 250MHz dan terjadi
peningkatan 25%. Dibandingkan anda mengunakan processor 3GHz dengan bus 200MHz
dan multiplier 15x yang mengharuskan bekerja pada 3,75GHz dengan bus 250MHz akan
sulit untuk stabil bekerja

3. Daya power untuk processor. Kita mengenal dengan overvoltage. Dengan menambahkan
voltage bagi processor akan menjaga kestabilan komputer. Bila overclock dilakukan
pada batas wajar, overvoltage jarang dilakukan. Tetapi pada overclock yang cukup
extreme, overvoltage umumnya menjadi pilihan terakhir yang diambil. Dampaknya
kembali kepada point pertama yaitu semakin panasnya processor. Mengapa overvoltage
dilakukan. Semakin cepat processor bekerja, semakin besar daya atau power yang
dibutuhkan. Dengan menambah supply power bagi processor dengan peningkatan
voltage atau overvoltage akan memberikan power yang cukup ketika processor bekerja
diatas kecepatan standard. Untuk meningkatkan daya bagi procesor, pada BIOS setup
terdapat option Vcore. Angka Vcore inilah yang dimainkan agar processor menjadi lebih
stabil. Tetapi dampak negatif pada overvoltage adalah panas.

Dampak Pada Chipset & Kestabilan Hardware lain

Setelah membahas kendala overclock processor, kita kembali melihat dasar dari bus clock
pada sistem komputer. Melihat dari bagian mainboard, terdapat pembagian kecepatan yang
sama agar sinkron bekerja dari tiap-tiap hardware.
Melihat pembagian bus tersebut anda dapat menganalisa. Bila sebuah komputer dengan
kecepatan processor 100MHz pada bus external, lalu dipacu menjadi 120MHz. Dampaknya
perhitungan clock pada device PCIe, AGP dan ISA bus juga meningkat 20% lebih cepat.
Contoh saja bila sebuah VGA AGP dengan bus 66MHz, dengan kecepatan chipset yang
dipacu 20% saja akan memaksa VGA bekerja pada kecepatan 80MHz. Artinya akan sulit
membuat VGA tetap stabil ketika memainkan game. Atau anda mengunakan harddisk jenis
SATA yang sensitif terhadap perubahan, ketika melakukan overclock bisa saja menyebabkan
kegagalan harddisk bekerja.
Sebelum perusahaan mainboard membuat option pengunci PCIe/AGP dan PCI, cara paling
mudah adalah mencari titik aman pada clock internal. Ketika seseorang melakukan
overclock, 20% mungkin malah membuat hardware tidak stabil. Tetapi meningkatkan
kecepatan pada overclock 30% malah hardware berjalan normal. Titik 30% adalah titik aman
yang diambil para overclock. Perhitungan titik aman tersebut berbeda beda baik pada jenis
procesor yang ada.

Kendala pada peningkatan kecepatan bagi chip-set dengan overclock, saat ini bukanlah
sebuah masalah. Beberapa perusahaan mainboard telah mendisain agar computer bekerja
lebih stabil dengan penambahan option baru untuk pengunci dari clock hardware. Option ini
berfungsi sebagai pengunci agar clock dari hardware lain tidak ikut naik mengikuti
kecepatan clock processor. Ketika processor bekerja pada kecepatan non standard, maka
ketiga bagian tersebut akan tetap sama bekerja seperti kecepatan standard.

Persiapan & Tahapan Overclock 

Overclock adalah kegiatan trial and error atau coba-coba. Tahap paling awal adalah anda
harus mengetahui dimana tempat untuk melakukan reset BIOS bila komputer terkunci ketika
dilakukan overcloking. Bila BIOS tidak dapat melakukan boot secara normal, maka
pengembalian agar mainboard dapat berkerja kembali dengan melakukan reset pada BIOS
Hal lain adalah kesabaran. Coba melakukan peningkatan kecepatan processor secara tahap
demi tahap. Melakukan peningkatan secara berlebihan hanya akan mengacaukan analisa
anda. Melakukan overclock dengan perlahan akan lebih mudah berhasil, dan menganalisa
sesaat apakah komputer sudah dapat bekerja dengan baik. Dan coba nikmati beberapa
aplikasi apakah semua sudah berjalan normal sebelum meningkatkan kecepatan processor
lebih tinggi lagi.
Bila terjadi kegagalan misalkan komputer mengalami hang, blue screen atau gagal
menjalankan aplikasi tertentu. Kembalilah menganalisa dimana letak bagian hardware yang
gagal bekerja. Penyebab kegagalan terkadang sulit terditeksi, tetapi ada beberapa bagian
paling umum dari hardware yang menyebabkan komputer gagal bekerja ketika dilakukan
overclock.
Beberapa bagian yang sering menyebabkan kegagalan karena overclock :

1. Memory umumnya paling dominan. Ketika overclock terjadi, bagian memory harus
mengimbangi kecepatan processor. Mengatasinya, mengunakan memory khusus untuk
overclock, atau mengunakan memory diatas spesifikasi standard. Atau mencoba
menurunkan latency memory agar tidak terlalu cepat bekerja.

2. Panas yang berlebihan terjadi pada processor bila mengunakan heatsink standard.
Beberapa mainboard dan processor memiliki sistem proteksi bila batas panas dari
processor terlewati.

3. Kekurangan daya pada processor karena mainboard atau power supply yang tidak
memadai. Kejadian yang muncul adalah komputer yang sedang bekerja mendadak mati
dengan sendirinya atau melakukan restart atau bahkan hang.

4. Kemampuan mainboard yang tidak menunjang, atau tidak di disain untuk overclocking.

5. Kemampuan perangkat hardware lain tidak mampu bekerja pada kecepatan overclock.

Bagian Yang Paling Penting Pada Overclock Adalah Memory & Power Supply
Beberapa tahun lalu anda pasti pernah mengenal memory jenis SDRAM dengan kecepatan
PC100, PC133 dan PC150. Saat ini perkembangan kecepatan memory DDR dibagi dengan
PC2100, PC2700 dan PC3200. Dan jenis DDR2 juga dibagi lagi menjadi PC4300, PC5400
dan selanjutnya. Dan terakhir teknologi dual channel agar memory memberikan bandwidth
lebih besar dengan 2 buah modul memory yang harus dipasang bersama-sama.
Kita ambil contoh Pentium III dengan kecepatan 500MHz bus 100MHz. Untuk
mengoverclock menjadi 667MHz maka komputer harus dilakukan setup dengan bus
133MHz. Dan memory dari standard PC66/PC100 harus diganti dengan PC133 dan PC150.
Bila anda mengunakan jenis Pentium 4 1,6GHz dengan memory DDR dan bus 100MHz maka
komputer cukup mengunakan PC2100. Tetapi dengan kecepatan overclock dari 100MHz
menjadi 133MHz maka komputer idealnya mengunakan memory berkecepatan
PC2700/DDR333.
Pilihan dari kecepatan memory sebenarnya bukan masalah ketika mengoverclock processor.
Hanya untuk mengoptimalkan kinerja komputer, diperlukan sebuah kemampuan memory
juga. Bila tujuan overclock untuk memaksimalkan seluruh kinerja sebuah komputer maka
kecepatan memory menjadi adalah hal yang mutlak.
Sebagai contoh, mengunakan processor berkecepatan 200MHz dengan dual channel memory
untuk optimalnya memiliki kinerja pada memory dengan DDR memory berkecepatan DDR
PC3200. Apakah memory berkecepatan PC2700 atau PC2100 tidak dapat digunakan.
Jawabannya : tetap dapat digunakan. Beberapa mainboard saat ini sudah memasukan option
divider atau pembagian bagi kecepatan memory dengan processor. Dengan menurunkan
kecepatan bus memory maka komputer dapat mengunakan kecepatan memory lebih rendah.
Pemakaian divider memory hanya berguna bila memory tidak sanggup bekerja terlalu tinggi
ketika processor dilakukan overclock. Sebagai contoh anda mengunakan jenis DDR PC3200
jenis standard yang ada dipasaran. Dengan peningkatan kinerja processor dengan overclock,
umumnya terjadi kegagalan pada memory. Karena memory tidak mampu bekerja diluar batas
kecepatan standard. Pilihannya adalah menurunkan kecepatan bus memory 1 step dari
kecepatan yang ada.
Sebagai contoh. Dengan kecepatan processor berFSB 200MHz maka kecepatan memory
standard akan dipacu pada 2x200MHz = DDR400 atau sama dengan kecepatan PC3200.
Melakukan overclock processor 10% saja dari kecepatan standard processor maka
dibutuhkan kecepatan memory pada kecepatan DDR440. Bila memory tidak mampu bekerja
pada kecepatan DDR440, pilihannya dengan menurunkan kecepatan bus memory 1 step
dibawahnya. Sehingga memory akan bekerja pada kecepatan 365MHz atau hampir sama
seperti kecepatan PC2700. Karena memory memiliki kecepatan DDR400, dengan kecepatan
365MHz masih dapat diterima atau dibawah kecepatan standard memory.

Keinginan Yang Umumnya Hendak Dicapai Oleh Para Overclocker
Keinginan seseorang memiliki komputer lebih cepat tidak lepas dari hardware pendukung
yang ada. Saat ini sudah banyak memory jenis premium dipasarkan. Pilihan mengunakan
memory jenis Premium memang tidak mudah. Selain lebih mahal, memory dengan performa
lebih tinggi dibandingkan memory standard memiliki keistimewaan tersendiri.
Kami sempat menanyakan pada sebuah produsen memory terbesar saat ini. Mengapa dibuat
memory jenis premium (untuk overclock) dan standard. Jawaban dari mereka sederhana.
Chip memory dibuat dengan beberapa model :

1. Memory standard yang banyak dijual dipasaran. Memory standard ditujukan pada end
user. Umumnya chip memory standard dijual lebih murah dan dirakit kembali menjadi
memory module. Atau sudah dirakit menjadi memory module dan dijual ke perusahan
komputer untuk digunakan pada komputer branded. Jenis memory standard diproduksi
masal dalam jumlah banyak sehingga biaya produksi lebih murah.

2. Memory yang dijual khusus. Biasanya memory yang dijual khusus diperuntukan bagi
perusahaan memory ternama. Perusahaan dengan merek memory tertentu memproduksi
module memory dan diberikan label merek dari perusahaan pembuat module memory.
Umumnya memory dengan merek tertentu sudah memiliki jaminan terhadap kompatibel
diberbagai hardware. Jadi yang ditekankan adalah kompatible pada hardware yang ada
dipasaran.

3. Memory berdasarkan pesanan untuk jenis Premium. Perusahaan pembuat memory hanya
membuat memory jenis Premium yang dipesanan dari perusahaan OEM/merek
perusahaan memory tertentu dalam jumlah besar. Karena dibuat berdasarkan pesanan,
walaupun memilik jumlah besar tetapi tetap mahal karena memiliki kualitas. Memory
Premium memang dibuat dengan biaya lebih mahal. Selain memiliki daya tahan lebih
tinggi, kemampuan memory Premium tidak akan pernah didapat pada memory standard
dan hampir tidak pernah dijual langsung oleh pembuat memory itu sendiri. Kriteria dari
memory Premium memang lepas dari kebutuhan memory standard. Biasanya dipasarkan
dengan tingkat latency rendah, atau memiliki kemampuan bekerja pada clock tinggi.
Khusus bagi para overclocker, lebih memilih memory jenis premium. Jenis memory
premium umumnya memiliki ketahanan lebih tinggi.
Manfaat ganda juga didapat dengan memory premium. Saat ini ada 2 pilihan :
1. Memory premium ber-latency rendah dengan ketahanan clock standard
2. Memory premium yang mampu bertahan pada kecepatan clock tinggi tetapi berlatency
tinggi.

sumber : google, http://dh3m0echan.wordpress.com , hmtk

No comments:

Post a Comment